Hamdan wa syukran lillah. Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh. Alladzi la nabiya wala rasula ba'dah, amma ba'd.
Yang kami hormati para asatidz-asatidzah, murabbi dan murabbiah. Yang kami banggakan dan kami cintai para santri Rijalul Ghod dan Umahatul Ghod tingkat Tarbiyatul Mu'allimin dan tingkat Sanawiyah.
Puji serta syukur hanya untuk Allah Subhanahu wa Ta'ala. Alhamdulillah di pagi hari ini kita bisa berdiri di lapang, yang mana kegiatan rutin ini adalah kegiatan evaluasi mingguan.
Setiap santri, baik Sanawiyah maupun Mu'allimin, harus paham bahwa ini adalah evaluasi mingguan. Yang mana yang harus dievaluasi? Yang antum barusan janjikan di setiap hari Sabtu. Baiat yang antum lantunkan, itu yang harus dievaluasi. Jika semua santri tidak taat, tidak melaksanakan janji, berarti ingkar. Baiat, jual beli antum dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala di setiap hari Sabtu, dirunut satu persatu dievaluasi terlaksana atau tidak.
"An uthi'a ustadzi, an abirral walidain" sampai ke bawah, evaluasi itu mingguan. Semua merujuk ke sana para santri, insya Allah sukses antum. Kalimat "An uthi'a ustadzi", saya akan taat kepada ustadzku. Tidak akan ada yang pernah melanggar. Dengan kalimat itu saja sudah, antum sholeh dan sholehah. Nah itu evaluasi tuh. Tulis, belajar menulis. Tulis baiat itu, bukan hanya sekedar diucapkan, dilantunkan sampai hafal, bukan. Tapi ditadabburi, karena semuanya itu poin-poinnya berdasarkan Qur'an. Bahkan di baiat dua terakhir itu dari Qur'an. "Wa an najwa min tsalatsatin illa huwa rabi'uhum", kan Qur'an itu. "An uthi'a ustadzi" itu Qur'an, itu hadits. "An abirral walidain" itu Qur'an dan hadits.
Dan kalimat "An la udakhina". Apa maksudnya itu? Awas jangan ada di santri bilang, "Kenapa tidak merokok sekarang? Oh belum usaha, belum punya penghasilan." Salah. Nanti kalau sudah punya penghasilan, merokok begitu? Salah itu. Dasarnya adalah tidak merusak diri dan orang lain, tidak merugikan diri dan orang lain.
Coba dari baiat saja, tidak usah belajar, nggak usah. Cukup setiap minggu antum datang ke sini, insya Allah antum akan menjadi seorang muslim yang kaffah. Makanya perhatikan poin pertama bagi seluruh santri, baik MTs maupun Tarbiyatul Mu'allimin, itu evaluasi. Tidak akan ada santri yang malas, tidur-tiduran di asrama, tidak taat, kabur, merokok dan sebagainya kalau susunan yang tadi ditaati. Jadikan baiat ini adalah evaluasi mingguan; selain Jum'atan, ada baiatan. Tolong diperhatikan, ditulis, dicatat. Poin satu sudah terlaksana belum, dua sudah belum, dan terus ditata dengan rapi.
Yang kedua, perhatikan, insya Allah pada hari ini teman-teman antum akan mewakili Bandung Barat di Jawa Barat, akan mengikuti lomba Fahmil Qur'an di tingkat Provinsi Jawa Barat yang bertempat di Bekasi. Lumayan panas itu Bekasi itu. Selamat panas-panasan. Panas otak, panas hati, panas ragana. Tapi insya Allah nanti dipake AC.
Selamat berjuang, silakan. Kami percaya antum mewakili Pondok Pesantren Al-Firdaus juga mewakili Kabupaten Bandung Barat. Jadi yang punya hajat itu Bandung Barat sebetulnya. Kita alhamdulillah bisa mewakili dari seluruh pesantren yang ada di Kabupaten Bandung Barat. Tidak memandang Persis, NU, Muhammadiyah, pokoknya kita mewakili Bandung Barat.
Alhamdulillah di tahun ini kita menorehkan sejarah terbesar sedunia. Kenapa? Karena hanya Pesantren Persis Al-Firdaus yang bisa menembus Fahmil Qur'an tingkat Jawa Barat. Jadi mudah-mudahan dilancarkan di Provinsi Jawa Baratnya supaya nanti ningkat naik ke Nasional. Santri Umahatul Ghod (UG) 3 orang, Rijalul Ghod (RG) 4 orang... Oh maaf, yang satu lagi Tahfizh Al-Qur'an kategori 10 juz. Insya Allah. Mudah-mudahan di lomba-lomba berikutnya antum bisa meneruskannya dari generasi ke generasi.
Dan jangan dilupakan, dasar kegiatan yang ada di pondok pesantren kita adalah qira'ah, muthala'ah, dan talkhis. Jangan pernah ditinggalkan karena dasarnya itu. Antum resep maca jadi sagala bisa, teu resep maca moal sagala bisa. Mari kita doakan teman-teman kita mudah-mudahan dilancarkan, dimudahkan, dan dimenangkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Insya Allah.
Yang terakhir, perhatikan. Ana ingin untuk yang kelas 5 dan 6. Sekarang ujian, beres ujian, libur tuh. Panjang liburnya itu. Jadi sekarang antum diserentakkan. Kita dipadatkan kegiatannya sebelum Lebaran Idul Adha. Yang biasanya Idul Adha itu pulang dulu, masuk lagi, kemudian ujian, sekarang nggak. Kita padatkan.
Antum lebaran di rumah. Tapi kalau "ngejot", antum bisa lebaran di sini. Kita nyate sapi, nyatu sangu bersama di sini. Nah makanya kalau lancar ujiannya, sebelum Idul Adha (besoknya shaum tanggal 9) antum sudah ada di rumah. Sampai nanti masuk kisaran tanggal 15 Juli.
Tugasnya adalah, ana mohon lambang seragam ini dirubah. Tahun ajaran baru antum ganti lambangnya, beli, dan dasi harus punya. Tahun ajaran baru bulan Juli masuk ke sini, makanya sebelum pulang antum beli dulu dasi dan logonya. Malu ini kalau tidak seragam, tidak kelihatan keren. Pulang ke rumah, ganti seragamnya, supaya seragam semuanya serempak pakai dasi.
Bagaimana dengan santri UG? Sama saja. Walaupun mungkin pakai kerudung menutupi lambang, tetap sesuaikan. Dasi itu di depan, bukan di belakang. Mudah-mudahan di tahun ajaran baru semuanya sudah serempak. Kalau berdiri di depan itu semuanya sudah sama, kompak.
Bagaimana dengan kelas 6? Sama saja. Antum masih di sini sampai perpisahan nanti. Insya Allah tanggal 1 Juni itu pelepasan dan perpisahan santri Tarbiyatul Mu'allimin Al-Islamiyah Angkatan 1. Wajib dihadiri oleh kelas 6 dan orang tuanya.
Untuk pembagian rapor kelas 4 dan 5, itu jatuh pada tanggal 13 Juni. Jadi pelepasan dulu, baru bagi rapor. Makanya sekarang diserentakkan, semuanya harus beres sebelum Idul Adha, baik yang MTs maupun yang Tarbiyatul Mu'allimin Al-Islamiyah.
Itu saja yang dapat disampaikan karena ana kelihatan tadi RG ada yang ngeskean-ngeskean. Cangkel berarti ya. Syukran 'ala husni ihtimammikum, aqulu qawli hadza wa astaghfirullaha lii walakum. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.