Transkrip Musyawarah Adwiyyah

Ukeiz Buzz | Arsip Digital Dokumentasi Pembukaan & Tausiyah

MC (Pembukaan)

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillah, alhamdulillahilladzi anzala 'ala 'abdihil kitab walam yaj'al lahu 'iwaja. Atamma nurahu wa azharal haqqa bil haqqi, akhzal ahzab wa ja'ala kaidal kafirina fi taba'. Asyhadu an laa ilaaha illallah dzul 'arsyi rafi'ud darajat, al-muhdits likullil hawadits. Wa asyhadu anna sayyidana Muhammadan 'abduhu wa rasuluh, al-mutahaqqiq bikamalil awshaf, 'afiful lisan, fa'iqul hinan, samiqul qimam, muta'addidul qimam, muti'ul aqnaf. Allahumma shalli wa sallim wa barik 'alaih.

Ladies and gentlemen, time keeps running in uncertainty. The world now is reeking with disaster. The thirst for destruction—human in ignorance and his arrogance—and fall accidentally to the way they think is right. The honesty and truth they hide. Lies and falsity is greatly glorified.

Now, the world needs generations that see in the faith as a compass to educate and teach the world the secret of life. Telling the truth, not just define reality. And here we are, Musyawarah Adwiyyah, to prepare a fair, a taqwa, and honest leader to become the bright civilization.

Ladies and gentlemen, before we start this event, it's better for us to hear the recitation of the Holy Quran, which will be recited by our brother Fauzan Azim. I invite him with gratitude.

Fauzan Azim (Qari)

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ. إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِنَا سَوْفَ نُصْلِيهِمْ نَارًا كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُمْ بَدَّلْنَاهُمْ جُلُودًا غَيْرَهَا لِيَذُوقُوا الْعَذَابَ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَزِيزًا حَكِيمًا...


Ust. Abu Abdurrahman (Taushiyyah)

Innalhamdalillah nahmaduhu wa nasta'inuhu wa nastaghfiruh. Wa na'udzubillahi min syururi anfusina wa min sayyi'ati a'malina, mayyahdihillahu fala mudhillalah, wa mayyudhlilhu fala hadiyalah. Asyhadu an laa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuluh. Amma ba'd.

Puji dan syukur hanya untuk Allah Subhanahu wa Ta'ala. Tidak terasa bahwa antum semua sudah sampai kepada kegiatan, yaitu Musyawarah Adwiyyah As-Tsaniyah. Berarti di tahun ini, terutama memasuki tahun ajaran baru tahun 2024-2025, harus memiliki pemimpin yang baru, semangatnya lebih baru.

Karena yang kelas 6 sekarang mau masuk kepada program pengabdian. Bahkan ada yang sangat luar biasa menurut saya, yaitu kepemimpinan Lajnah UG yang sangat lama, tiga periode antum memimpin. Luar biasa, untuk menjaga apa? Supaya tidak luar binasa, dan alhamdulillah terjaga. Kestabilan itu harus senantiasa terjaga dari tahun ke tahun. Kalau untuk RG ini adalah Musyawarah Adwiyyah kedua, kalau UG kesatu harusnya.

Empat Karakter Pemimpin Ideal

Baik RG maupun UG, dengan adanya Musyawarah Adwiyyah ini melahirkan, menghasilkan, memunculkan pemimpin—baik itu ketua dan wakilnya, serta nanti para pembantunya—yang tanggung jawab. Kalau ana boleh punya cita-cita, sesuai dengan yang dimiliki oleh sifat Rasul; memiliki jiwa yang shiddiq, amanah, fathonah, dan tabligh. Berangkat dari empat ini saja, insya Allah akan bisa mengantarkan yang kemarin antum sodorkan tema ke saya, yaitu bisa menggolkan visi dan misi pondok pesantren. Bahkan ke sananya demi kejayaan Islam, dan ke sananya lagi adalah demi kesejahteraan keluarga antum di masing-masing nanti. Modalnya empat saja.

Jadi harapan kami adalah, dari tahun ke tahun itu pelihara karakter yang barusan itu. Semua kullukum ra'in, antum itu semuanya pemimpin. Kalau mulai dari individunya sudah baik, sudah berkarakter yang tadi, sudah memiliki integritas. Shiddiq itu bisa dikatakan integritas; jujur, selalu benar. Bukan ingin selalu merasa paling benar, bukan. Tetapi kita posisikan senantiasa kita ada dalam shiratal mustaqim.

Bahasa simpelnya, shiddiq itu benar, jujur. 'Alaikum bish-shidqi fa inna shidqa yahdi ilal birr, fa innal birra yahdi ilal jannah. Lihat petunjuknya itu. Jadi kalau antum punya karakter integritas yang sangat tinggi, luar biasa. Kebenarannya akan diikuti oleh yang lain. Kemudian kebenarannya juga, sifat shiddiq-nya juga akan membuat dia lebih berwibawa dan bercahaya, tidak menyerah, pantang mundur dan terus akan berjalan ke depan. Dan antum akan terlindungi seperti terlindunginya badan antum dari gigitan nyamuk karena pakai Autan, begitu. Jadi setan oge mau nyoco antum tuh nyiduh heula, "Cuih, pahit," begitu.

Membantah Stigma Pesantren

Awas, ketika saya bilang shiddiq dan amanah itu bukan culun. Jadi ini perhatikan, banyak orang yang berprasangka buruk ke pesantren. "Budak pesantren mah culun cenah, curun, jorok." Enggak. TMI jauh daripada culun dan jorok. Ya, enggak. Karena calon-calon pemimpin ini dilengkapi—pribadi-pribadi muslim ini dilengkapi—dengan shiddiq, amanah, fathonah. Apa fathonah itu? Oh, cerdaslah. Cerdas.

Cekatan dalam mengambil keputusan, luar biasa. Yang menjadi pertimbangan adalah shiddiq dan amanah-nya tadi. Selain cerdas, tabligh. Apa itu tabligh itu? Uh, luar biasa, dia bisa mengkomunikasikan baik dengan bawahannya, dengan atasannya, semuanya dia bisa merangkulnya; bermasyarakatlah lamun bahasa urang mah. Itulah Nabi Muhammad, makanya dia nembus. Ke bawahan nembus apalagi ke atas, bae apalagi kegedean-kegedean Quraisy itu bisa kalah bukan dengan pedang, bukan dengan kekerasan.

Ketegasan Terhadap Jejaring Sosial

Masuk ke kelas rapi, nah itu jujur itu. Sesuaikan dengan apa yang diharapkan dan diinginkannya. Antum sekarang berada di sini harus jujur kepada siapa? Paling tidak kepada siapa? Selain asatidz? Ada yang lebih penting daripada teman sebaya, apa itu? Antum itu amanah loh sekarang tuh. Kepada kedua orang tua. Harus jujur kepada kedua orang tua. Bagaimana cara jujur kepada orang tua? Kan antum tidak ada orang tuanya di sini. Belajar taat ke pesantren, itulah kejujuranmu kepada orang tua. Tidak neko-neko, taati. Dicukur teu disuruh, itu salah satu jujur itu. Dan kalau antum sudah jujur, maka tahapan yang keduanya akan tercapai. Apa itu? Amanah, berarti antum termasuk kepada yang amanah.

Awas ini ana takut lupa ya, sekaligus sekarang. Jadi perhatikan, RG, perhatikan ana sudah perjanjian dengan UG. Dari mulai tahun sekarang, sudah tidak ada lagi jejaring sosial. Tidak boleh semuanya menggunakan jejaring sosial. Baik IG, Facebook, semuanya. Maka muncul saja ada satu di antara antum, maka itu mamnu', haramun 'alaikum antasy-tarik fil imtihan hifdzil quran. Karena ini sudah membuat kegaduhan. Untuk siapa? Untuk tingkat Tsanawiyah.

Penutup

Jadi sekali lagi kepada seluruh santri terutama yang kelas 5, yang sebentar lagi antum akan melakukan Musyawarah Adwiyyah As-Tsaniyah, mudah-mudahan di antara antum ada yang akan menjadi ketua dan wakil ketua Lajnah baik RG maupun UG yang lebih bertanggung jawab ya, lebih disiplin, dan lebih bisa diajak kerja sama untuk mensukseskan visi misi pondok pesantren ke depan. Dan yang lebihnya lagi adalah membentuk karakter-karakter yang luar biasa melahirkan calon-calon pemimpin di masa yang akan datang, yang jujur, amanah, berkomunikasi yang baik, serta memiliki kecerdasan.

Itu saja yang dapat disampaikan. Dibuka dulu ya? Oh. Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, Musyawarah Adwiyyah As-Tsaniyah dibuka. Itu saja yang dapat disampaikan. Aqulu qawli hadza wa astaghfirullahali walakum, assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


MC (Penutupan)

I give thanks to Ustadz Abu Abdurrahman for his very inspiring forward. Hopefully, what has been conveyed can be useful for us.

Ladies and gentlemen, we have reached the end of the event. And remember, this is not the end, but the beginning of our new journey to reach Allah's mercy. Thanks for all of participants in this event. I hope to see you all in our future events where we can continue and grow and succeed together.

Akhirul kalam, ijhad wala taksal wala takun ghafilar fannadamatul uqba liman yatakassal. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.